Berita Populer Aceh : Pria Sakit Jiwa Tebas 3 Warga

Hari ini (06 Mei), tersiar Berita Populer Aceh terbaru bahwa ada seorang pria dengan gangguan kejiwaan yang menebas 3 warga sekitar tempat kejadian, dan salah satu korbannya adalah bocah yang kepalanya hampir terbelah. Sontak berita ini langsung menduduki jajaran rancah post yang dirangkum oleh tandaseru.id.

Pelaku tersebut adalah pria yang berasal dari Desa Lawe Melang, Kec. Kluet Tengah, Kab. Aceh Selatan, dan diduga mengalami gangguan kejiwaan. Kejadian pembacokan tersebut terjadi Sabtu malam, sekitar pukul 20.15 WIB.

Kejadian bermula setelah pria yang bernama Martin tersebut membakar rumah Sekdes (Sekretaris Desa) Gempong Mersak.

Setelah melakukan aksi pembakaran, Martin kemudian mengamuk membabi buta kepada warga sekitar, dan dengan sengaja membacok 3 warga setempat. Ironisnya, satu diantara korban tersebut meninggal dunia ditempat karena kepalanya terbelah. Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka yang cukup parah juga, dan saat ini sedang mengalami perawatan intensif di Rumah Sakit.

Informasi yang dituturkan dari saksi adalah, sebelum pembacokan terjadi, Martin sempat mencoba untuk membakar rumah milik Sekdes Mersak, dengan menyiramkan BBM jenis Bensin sebanyak 1 botot air minum mineral tepat didepan rumah Sekdes.

Pembakaran sempat terjadi namun warga sekitar langsung berusaha memadamkan api, dan mengejar pelaku tersebut.

Namun, karena Martin membawa parang (senjata tajam) saat dikejar,akhirnya warga yang mencoba menangkapnya justru di bacok.

Akibat kejadian naas tersebut, sebanyak 3 warga mengalami luka yang serius, dan Paras (3 tahun) meninggal ditempat setelah menerima luka bacok dibagian kepalanya hingga terbelah. Sementara Gadung (50 tahun), mengalami luka bacok dibagian bahu, dan saiful (30 tahun), mengalami luka bacok dibagian punggung.

Menurut saksi mata, Gadung dan Saiful dibacok lantaran ingin menangkap pelaku tersebut.  Namun yang paling ironis, Paras, bocah berusia 3 tahun yang tidak tahu apa-apa, dan sedang bermain didepan rumahnya (tidak jauh dari lokasi kejadian), justru tewas ditempat.